Duniaku, Arsitekturku, Budayaku...

Assalamulaikum, selamat berziarah di Duniaku, Arsitekturku, Budayaku... tiada kata hanya untuk anda dalam karya dan tulisan yang bermakna. Mendukung semua usaha untuk memperbanyak kawan, rekan, apakah itu dalam bidang pendidikan ilmu, profesi, sosial, budaya dan siapapun dia. Menyediakan waktu untuk menulis, mencatat pengalaman, sebagai usaha melengkapi bahan dalam menjalani badai kehidupan. E-Mail. nashar_arsitektur@darulilmi.com BannerFans.com      BannerFans.com BannerFans.com BannerFans.com
Get your own Chat Box! Go Large!
Klik "Sign In" kalau mau join Chat Room Saya

BannerFans.com
Copy kode diatas untuk di pasang di Website atau di Weblog anda

Rabu, 25 November 2009

Bermain Dengan Kamera Saku

Sekedar iseng mengisi waktu luang saya adlah bermain-main dengan kamera ponsel saya. Dimana sebagai objek adalah gambar-gambar kerja, drawing pen, penggaris yang berserakan.

Baca Selengkapnya......

Minggu, 22 November 2009

Antara Seniman dan Mahasiswa Arsitektur


Muda itu polos, peka, berani dan penuh daya, gairah, tingkah serta cita-cita. Bagi pemuda dunia itu romantis, masih terbuka lebar untuk berjelajah, seperti halnya mahasiswa arsitektur. Dimana mahasiswa arsitektur berkembang sepanjang peradaban zaman.. Kemajemukan dan kesatuan lingkungan kampus dalam akademik calon-calon arsitek belajar menciptakan karya yang berawal dari suatu cita-cita dan mimpi dan mencoba untuk belajar bagaimana cara merancang.
Pendidikan arsitektur dilakukan di bawah program rasionalistis fakultas teknik, menjadikan pelengkap kerangka teknis dapat membatasi mental para calon arsitek dan menghalangi eksplorasi di luar batas teknis yang tercipta oleh tradisi pendidikan arsitektur.
Sebaliknya dengan para seniman. Seni sebagai media ekspresi, tidak harus dipertanggung-jawabkan dalam kerangka materialis-fisik-biologis. Dengan demikian sah saja klaim bahwa seniman adalah makhluk bebas. Ia bebas menjelajahi berbagai dunia, berbagai dimensi dengan akal emosi dan kemauannya yang bebas. Seniman tidak dibebani tugas untuk menyelesaikan masalah-masalah realita. Bahkan lebih penting bagi seniman untuk menjelajahi dunia ide, membongkar pengertian-pengertian baku dan mengungkapkan masalah-masalah baru. Sangat menarik hal ini dari kacamata mahasiswa arsitektur karena batas-batas polarisasi tersebut ternyata mulai dibongkar, terutama dalam studionya. Pada beberapa karya yang dihasilkan, terlihat usaha (walaupun kadang-kadang masih terasa gamang) untuk melampau batas-batas teknis dan menjalani dinia ide-ide secara bebas dan mengekspresikannya melalui media arsitektural.
Karya beberapa mahasiswa arsitektur di studio memperlihatkan penjelajahan ide semacam, dengan intensitas yang begitu berbeza. Kegamangan terlihat, terutama pada karya yang secara naïf mengadopsi dari hasil penjelajahan sekedar sebagai atribut dan tidak berhasil menyusupkannya, menjadikan ide-ide cemerlang sebagai “jiwa” atau “roh” dari karya yang dihasilkan. Seperti kayu ulin yang diberi atribut ukiran, ukiran apapun yang diberikan pada kayu ulin tersebut tidak akan mengubah sifat dasar/roh batu itu. Bermain-main dengan hal yang atribut sifatnya adalah suatu tindakan yang sia-sia.
Ini bahaya yang selalu dihadapi bila eksplorasi dilakukan tanpa usaha untuk mencari jati diri dan mngedepankan kembali ide ke dalam jiwa si calon arsitek. Yang muncul adalah atribut-atribut yang kelihatannya orisinil, unik, eksplosif, namun tidak mampu membangkitkan empati yang mendalam terhadap karya tersebut. Hal ini memang tidak mudah. Walaupun sering terjadi kesalahan-kesalahan atau kekeliruan demikian, seperti contohnya mahasiswa arsitektur di studio haruslah dihargai bahwa ada sekelompok insan manusia yang masih sedemikian muda dengan kesadaran dan pengabdian yang demikian untuk melakukan penjelajahan ide yang melelahkan dan menyumbangkan karya-karya terbaik untuk memperkaya atmosfir Arsitektur Indonesia kedepannya.
Ibarat seorang seniman yang melantunkan alat musik panting dengan syahdunya tanpa merasa canggung memperlihatkan kebolehannya kepada khalayak ramai dengan penuh penghayatan jiwa. Maka modernisme telah berhasil meletakkan arsitektur di antara masa lalu dan masa depan, diantara tradisi dan harapan, diantara kepastian dan mimpi sang mahasiswa arsitektur yang terus berjalan menapaki bukit-bukit kehidupan berarsitektur dengan terus belajar dan belajar tanpa rasa pernah malu dan canggung.
Dengan segala kesulitan dan beban yang disandangnya, karya-karya yang dihasilkan di studio masih harus diakui sebagai karya-karya yang paling eksploratif, progresif dibandingkan dengan karya-karya yang hanya sekedar fungsionalitas dan estetika belaka.
Kelebihan yang paling jelas selain ketangkasan harapan merancang dan kecanggihan presentasi grafik dan model adalah pada komitmen untuk menjelajahi arsitektur dan mendorongnya sampai batas terjauh.
Dimana unsur kesenimanan mahasiswa arsitektur sangat jelas terlihat. Beberapa karya dapat dinikmati sebagai objek bebas. Gubahan bentuk/massa, kualitas detail, teknik manipulasi skala dan proporsi, pengolahan cahaya gelap terang dan warna, dilakukan dengan kesadaran penuh pada obyek-obyek arsitektur yang disajikan. Tak mungkin lagi rasanya melihat arsitektur dari kacamata teknis semata. Indera dan perasaan menjadi alat bersama untuk menghadirkan dan menikmati karya-karya yang dipamerkan.
Perjalanan berikutnya adalah menggerakkan potensi-potensi yang ada untuk kepentingan kemanusiaan yang lebih luas. Ini menuntut kedewasaan, proses rekam jejak, kematangan intelektual, emosi dan kemauan yang konsisten. Salam Mahasiswa Arsitektur Indonesia.

Baca Selengkapnya......

Jumat, 16 Oktober 2009

Pagar Siring di Seberang Kantor Gubernur Kalimantan Selatan, Banjarmasin


Sungai Martapura adalah anak sungai Barito yang melewati kota Banjarmasin dan kotaMartapura ibukota Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan. Nampak cantik dengan dilakukan pembendungan siring untuk mencegah abrasi dari sungai martapura, dengan dilakukan penyaringan ditambah penempatan taman beserta lampu hias makin menambah pesona sungai martapura.Pada saat malam hari, lampu-lampu yang menghiasi sepanjang siring itu membuat pusat Kota Banjarmasin yang semakin indah. Tiangnya yang dibuat dari kayu ulin, menjadi kekhasan tersendiri yang menggambarkan sebuah arsitektur Banjar.
Jika pada malam hari listrik padam, otomatis penggunaan lampu tidak dapat digunakan karena lampu mengunakan pencahayan buatan yang bersumber dari tenaga listrik.
Penggunaan lampu kadang terganggu jika hujan turun, karena lampu tidak dilindungi oleh penutup sehingga berkemungkinan rawan terhadap konsleting/kerusakan listrik.
Penggunaan lampu yang hanya berfungsi pada saat malam hari, dinetralisir dengan pemandangan sungai Martapura sebagai orientasi depan dan tanaman hijau sebagai area pembatas badan jalan raya.
Bangunan siring sepanjang 320 Meter ditempatkan bentuk dan jenis lampu yang sama dengan perulangan dalam jarak 7 Meter.
Cahaya lampu diatur sedemikian agar menghasilkan atmosfer ruang yang beragam sesuai fungsinya. Titik-titik cahaya buatan ini dipasang untuk mendukung untuk terciptanya suasana yang nyaman pada malam hari.
Cahaya lampu yang berwarna putih dengan perulangannya memberi arahan penujuk sirkulasi bangunan siring dan pancaran lampunya tidak terlalu keras serta memberikan penegasan terhadap keberadaannya.
Tiang lampu dengan garis-garis tegak lurus dan terjadi suatu yang dominan dan lebih tinggi dengan kesatuan/harmoni, memberi kesan suasana rileks atau istirahat, tenang, damai dan juga menegangkan.

Baca Selengkapnya......

Sabtu, 10 Oktober 2009

ArchiCAD


ArchiCAD adalah salah satu program bantu gambar bagi arsitek. ArchiCAD mudah digunakan dan amat sangat cepat membuat sebuah gambaran rancangan gedung. Menggunakan ArchiCAD akan membantu si arsitek untuk lebih fokus ke desain-nya dan tugas menggambar menjadi ringan. Dalam ArchiCAD konsep penggambaran lebih kepada menggunakan konsep virtual building, yang mana orientasi penggambaran ada pada gedung bukan pada gambar. ArchiCAD kaya dengan library yang siap pakai dan membantu mempercepat waktu penyelesaian sebuah desain. Dikarenakan menggunkan prinsip virtual building maka dalam mengerjakannya sebuah proyek desain gedung anda cukup membuat gambar denah, sedangkan gambar-gambar pendukung lain dibuat secara otomatis, seperti tampak, potongan, 3 dimensi, anggaran biaya dan seterusnya.
Server 1 Brothersoft(US) Click to Download


Baca Selengkapnya......
 

Home | Blogging Tips | Blogspot HTML | Make Money | Payment | PTC Review

Duniaku, Arsitekturku, Budayaku... © Template Design by Herro | Publisher : Templatemu